17 October 2014

Perempuan dan Kematian

Assalamualaikum wbt,

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillah syukur ke hadrat Allah Azza wajalla kerana masih beri kesempatan untuk kakyong menulis di blog ini. Baru ni kakyong ada terbaca satu kisah di acc instagram @pecintarasulullah dimana kisah puteri Nabi swt, Saidatina Fatimah AzZahra yakni anak kepada baginda. Jadi kakyong share kan kisahnya disini. Hayatilah keteguhan iman anak Rasulullah s.a.w. ini dalam menjaga agama dan peribadi sebagai seorang muslimah sejati. Mengalir terus airmata ini.

"Sayyidah Fatimah Azzahra puteri tercinta Rasulullah, ketika berada di depan rumah Baginda, tiba-tiba ada jenazah yang hendak dibawa itu  lalu di depan sayyidah Fatimah Azzahra. Saat itu Sayyidah Fatimah bersama Sayyidah Asma binti khumaisy yang biasa menemani dan menghibur Sayyidah Fatimah setelah kepergian Rasulullah.

Menangis Sayyidah Fatimah teresak-esak hingga membuat Sayyidah Asma panik lalu Beliau bertanya, “ wahai Putri Rasulillah, kenapa engkau menangis melihat janazah itu? ada apa dengan janazah itu?

”Sayyidah Fatimah menjawab, setiap orang yang mati akan dibungkus dengan kain kafan yang rapat lalu akan di bawa ke perkuburan dengan di pikul oleh orang-orang yang membawanya?” *dahulu jika ada yang meninggal akan dipikul di atas bahu

Lalu Sayyyidah Asma menjawab, “Tentu wahai putri Rasulullah?”.
Lalu kata Sayyidah Fatimah,” Dan akupun kelak akan di bawa kekubur seperti itu?” Sayyidah Asma menjawab “Na'am Ya bintu Rasulillah”. Lalu Sayyidah Fatimah,"Sebab itu yang menjadikan aku menangis, sungguh aku sangat malu jika nanti aku meninggal, kemudian di bungkus kain kafan dengan rapat lalu di angkat di atas bahu orang-orang yang membawaku kekubur, sementara orang yang mengiring janazahku akan melihatku, sungguh aku sangat malu saat itu mereka akan melihat lekuk-lekuk tubuhku".

Kemudian Sayyidah Asma berkata ” wahai putri Rasulullah, dahulu aku ke negeri Habsyah aku melihat janazah yang di bawa kekubur, janazah diletakkan di sebuah tempat yang di sebut keranda, aku pikir itu boleh menutupi pandangan orang dari melihat lekuk tubuh janazah yang dibawa”. Mendengar cerita Sayyidah Asma ini tiba-tiba tangis Sayyidah Fatimah terhenti, dan wajah nya berubah berseri-seri sambil berkata "Wahai Asma sungguh aku berwasiat, jika aku mati nanti tolong buatkan aku keranda mayat seperti yang engkau ceritakan agar lekuk tubuhku tidak terlihat saat di bawa kekuburan".

Dan benar setelah Sayyidah Fatimah meninggal, maka di buatlah keranda untuknya.

Saat ini, di zaman ini! Adakah sifat mulia sayyidah Fatimah terbenak pada wanita yang berada di sekeliling kita?

Ya Allah buka kanlah pintu hati kami agar keagunganMu menetap didalam Hati-hati Kami."

P/s: Moga Allah Taala mengurniakan rahmat atas kita sekelian nisa' untuk tinggi sifat malu dan mentaati Allah serta RasulNya.

Wanita ibarat sekuntum bunga yang mana bila dijaga rapi kuntumannya, maka kekal dan mekarlah ia sehingga keakhirnya. MashaAllah!

No comments: